Menjadi Juara pada Japanese Experience Contest tidak Menghentikan Mimpi Fajar Ramdhani untuk Terus Berprestasi


"Ketika pengumuman hasil, pertama kali nomor peserta saya dipanggil "zero nana ban" (peserta nomor 07)
Deg. Serius? Dalam hati
"Eee. Fajyaru Ramudanii dono"
Dono? Eh? Ya saya maju, diberikan piagam dan "bukti" untuk pergi ke Jepang sebagai hadiah"
Sepenggal kesan lucu dari Fajar Ramdhani yang telah memenangi Japanese Experience Contest atau Kyouritsu Japan Taiken Contest. Dia tidak menyangka bahwa namanya akan dipanggil pertama oleh panitia sebagai salah satu pemenang kontes ini. 

(Foto: Tress.W) Fajar sedang menerima piagam pemenang Japanese Experience Contest

Sabtu 24 Agustus 2019, Kyouritsu Foundation Japan menyelanggarakan Japanese Experience Contest yang merupakan program rutin setiap tahun. Tahun ini merupakan tahun ke-6 mereka menyelenggarakan kontes ini dan sudah memberangkatkan para pemenang kontes pergi jalan-jalan ke Jepang sebagai hadiahnya.
Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang telah berkali-kali menuai prestasi melalui mahasiswanya yaitu pada kontes tahun pertama, ketiga, keempat, dan kelima. Pada tahun ini pun pada kontes keenam Japanese Experience Contest, Fajar Ramdhani, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang yang baru akan masuk semester tiga telah memenangi kontes tersebut dan akan berangkat ke Jepang pada Januari 2020.
Admin telah meminta kesan-kesan mengikuti kontes ini kepada yang bersangkutan, mari kita simak bagaimana pengalaman dan perasaan Fajar Ramdhani saat mengikuti kontes dan memenangi hadiah pergi Ke Jepang.
"Jadi, Kyouritsu Japan Taiken Contest ini dibagi 2 babak, yang pertama babak quiz, jumlahnya 30 soal dengan 60 peserta dari kalangan umum, jadi lawannya saat baca program book ada yang sudah terjun dunia kerja, ada anak SMA, bahkan ada yang usia 50 tahun. Babak kedua yaitu speech contest, konsepnya diambil 16 orang dengan poin tertinggi dari quiz, lalu kita diberi 3 tema yang tidak diberitahukan sebelumnya, lalu diberi thinking time 5 menit untuk membuat konsep speechnya.
Awalnya nggak nyangka bisa masuk tahap speech, karena memang soal2 quiznya sangat random, dari nama2 pemain olahraga, boyband yang bubar, minuman yang trending dikalangan wanita Jepang, politik, geografi, dll. Saya sendiri dapat 16 poin dari 30 soal, dan itu poin terendah :D
Masuk babak speech, saya memilih tema pendapat tentang mesin penerjemah, dengan power of kepepet, saya membuat memo untuk speech, maju untuk speech, lalu menunggu hasilnya.
Ketika pengumuman hasil, pertama kali nomor peserta saya dipanggil "zero nana ban"
Deg. Serius? Dalam hati
"Eee. Fajyaru ramudanii dono"
Dono? Eh? Ya saya maju, diberikan piagam dan "bukti" untuk pergi ke Jepang sebagai hadiah untuk 5 orang.
Ke Jepang adalah mimpi saya sejak masuk Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, saya nggak nyangka bahwa mimpi ini akan terkabul secepat ini. Tapi ini nggak membuat saya jadi berhenti untuk belajar, malah yang ada, mimpi2 baru jadi muncul si waiting list. Semoga pengalaman ini bermanfaat bagi saya, syukur kalau buat orang lain juga. Terimakasih
"
Fajar san otsukaresama deshita. Soshite omedetou gozaimasu. Selamat untuk Fajar dan semangat meraih mimpi-mimpi lainnya. 

Labels: , ,