Menyamakan Persepsi Pembimbingan PPL

Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang







Sabtu 25 Maret 2017, pukul 9 pagi korprodi Pendidikan Bahasa Jepang Silvia Nurhayati, S. Pd., M. Pd., membuka acara workshop pembimbingan PPL bagi calon guru pamong bahasa Jepang. Acara ini terselenggara atas kerja sama antara UNNES dengan The Japan Foundation Jakarta. 
Menurut Korprodi Silvia Nurhayati, S. Pd., M. Pd., pembimbingan mahasiswa PPL (Program Pengalaman Lapangan) memerlukan kerjasama dan kesefahaman antara guru pamong dengan dosen pembimbing dalam membimbing mahasiswa PPL, oleh karena itu untuk kesekian kalinya Prodi Pendidikan Bahasa Jepang mengundang para guru calon gumong (guru pamong) untuk bersama mendiskusikan permasalahan yang selama ini terjadi di lapangan dan bagaimana solusinya.
Dalam workshop ini guru dan dosen dibagi ke dalam kelompok untuk mendiskusikan solusi yang bisa dilakukan terhadap masalah-masalah yang ada. Sebelumnya pihak prodi sudah melakukan survey mengenai masalah yang terjadi di lapangan terhadap guru dan mahasiswa yang pernah mengikuti PPL. Masalah-masalah tersebut kemudian dicarikan solusinya, apa yang bisa dilakukan dosen, gumong, maupun mahasiswa.

Pada kesempatan ini hadir pula Ms. Igarashi Yuka, tenaga ahli bahasa Jepang The Japan Foundation yang khusus ditempatkan di wilayah kerja Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk mendampingi guru-guru SMA mengembangkan potensi pembelajaran bahasa Jepang di SMA. Pada akhir acara workshop Ms. Igarashi memberikan beberepa point penting yang harus dilakukan baik oleh guru maupun gumong di antaranya gumong harus sering mendampingi mahasiswa ketika mereka praktek mengajar di kelas dan selalu memberikan feedback setelah praktek mengajar dilakukan. "Adanya mahasiswa PPL bukan berarti gumong bebas tugas dan boleh santai" kelakarnya. Kepada dosen pembimbing dia juga berharap hal yang hampir sama, yaitu agar datang melihat mahasiswa praktikan minimal 3 kali dan selalu memberikan feedback setelah praktek dilakukan. Selain itu, dosen pembimbing maupun gumong diharapkan selalu melihat RPP yang dibuat oleh mahasiswa, memberikan masukan untuk perbaikan RPP tersebut, meminta kepada mahasiswa praktikan untuk mereviu pembelajaran yang dia lakukan sebelum mendapat feedback baik dari gumong, dosen, maupun sesama mahasiswa praktikan.
Pada akhir acara, korporodi Pendidikan Bahasa Jepang mengucapkan terima kasih kepada para gumong yang selama ini telah memberikan bimbingan kepada mahasiswanya. Berkat para gumong tersebut mahasiswa yang tadinya tidak berminat menjadi guru bahasa Jepang banyak yang berubah pikiran setelah mengikuti PPL.

0 Response to "Menyamakan Persepsi Pembimbingan PPL"