Dia Ingat Kuliah di Saat-saat Terakhirnya

Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang



Hari ini keluarga besar Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang telah kehilangan salah satu anggota keluarga. Namanya Kartika Hernita. Mahasiswa angkatan 2013.

Pagi 24 Februari 2015, saya mendapat kabar duka. Kartika Hernita telah meninggalkan kita untuk selamanya pada hari ini pukul 01.00 dini hari. Siangnya sekitar pukul 11 saya bersama dua teman dosen, pembantu dekan bidang kemahasiswaan, ketua hima, dan beberapa orang mahasiswa pergi ke Pemalang untuk takziah. Tidak susah mencari alamat almarhumah. Setibanya di rumah yang pertama menyambut adalah kakaknya yang awalnya seperti kebingungan karena tidak mengenal kami. Setelah saya memperkenalkan diri bahwa kami dari Unnes, dia memberi tahu anggota keluarga lainnya setengah mau menangis. Orang berikutnya yang menyambut kami adalah ibu almarhumah yang langsung menangis sambil memintakan maaf apabila almarhumah pernah berbuat kesalahan. Saya hanya bisa ikut menangis sambil memeluk beliau meskipun saya tahu bahwa itu tidak bisa mengurangi rasa dukanya.
Setelah semua bersalaman dan duduk, kemudian ayahanda almarhumah menceritakan kronologi sejak hari sabtu alhmarhumah dibawa ke rumah sakit, lalu kondisinya memburuk sampai akhirnya meninggalkan dunia ini. Dalam ceritanya ayahanda Kartika mengatakan bahwa beliau tidak percaya telah kehilangan anak perempuan satu-satunya. Beliau membayangakan kalau punya anak perempuan itu melewati proses sekolah, menjadi remaja, kuliah, punya pacar, diwisuda, menikah, lalu punya cucu. Belia bercerita dengan wajah senyuman yang menurut saya adalah senyuman pahit.
Ketika pamit pulang ibunda alhmarhumah sambil menangis meminta maaf lagi untuk anaknya. Kali ini meskipun ikut menangis saya mampu mengeluarkan kata-kata bahwa kami juga kehilangan dan kami mohon maaf jika pernah berbuat salah kepada Kartika. Dalam dialog sambil pamitan itu ibunya mencengkram pangkal lengan saya kuat sekali sambil agak mengguncang-guncang badan saya beliau bercerita bahwa ketika masih di rumah sakit almarhumah meminta pulang karena ingin berkemas mengingat beberapa hari lagi sudah harus kembali ke kampus. Kata hati saya, bahkan ketika meregang nyawa pun dia masih semangat untuk kuliah. Padahal dia sudah sejak pertengahan semester satu tidak masuk kuliah karena sering sakit.
Saya membayangkan ketika Kartika tidak masuk kuliah selama ini pasti dia sangat merindukan kegiatan belajarnya di Unnes. Hal ini terbukti dengan kata-kata yang dikeluarkannya di saat terakhirnya.
Dalam kesempatan ini melalui media ini saya ingin menyampaikan amanat dari keluarga Kartika, siapapun yang mengenal dan pernah bergaul dengannya, mereka mohon jika Kartika pernah berbuat kesalahan mohon dimaafkan.
Kartika Hernita, semoga arwahmu diterima di sisi Allah. Semoga amal ibadahmu diterima-Nya dan mendapat balasan surga-Nya. Semoga Allah mengampuni segala kekhilafan yang pernah ada baik disengaja maupun tidak. Semoga semangatmu menuntu ilmu selalu hadir dalam setiap diri teman-teman, kakak kelas, dan adik kelasmu dan kami guru-gurumu.
Amin ya robbal alamin…..

Labels: ,