[Suara Alumni] Dyah Asih Pramawitha

 Hallo  Minasan, apa kabar? suara alumni kali ini akan menampilkan curahan hati dari Dyah Asih, alumni Pendidikan Bahasa Jepang UNNES tahun 2008. Gadis manis asal Kendal berdarah Bali yang cinta keluarga ini terkenal gemar mengikuti berbagai kegiatan kompetisi selama kuliah, walaupun tidak selalu berhasil meraih Juara, namun dia berpendapat bahwa hal itu akan membantunya kelak nanti setelah lulus dan kembali ke masyarakat.
Untuk lebih mengenalnya yuk kita lihat profilnya dan sedikit artikel curhatnya ^^

Nama : DYAH ASIH PRAMAWITHA
Angkatan : Pendidikan Bahasa Jepang UNNES 2008
Organisasi Kemahasiswaan : HIMPRO BSA dan ASAHI
Beasiswa : PPA dan JENESYS Program (Japan Foundation)
Kompetisi yang pernah di ikuti : (banyak sekali, diantaranya adalah)
1. Kanji Cup 2009
2. Japanese Short Story Writing Competition FBS
3. Juara 2 Japanese Retelling Story (chukyuu Level) UNNES 2011
4. Juara harapan 2 Japanese Speech Contest at Semarang State University 2011
5. Jenesys Programme from Japan Foundation (6 Minggu di Jepang)

Pekerjaan : Sekretaris di JICA-Support Programme for Reform of Indonesian National Police (based Cikarang)

Kesan


Apabila dulu ditanya, kenapa memilih kuliah di Unnes? Ga tau, teman-teman saya kebanyakan memilih Unnes karena biayanya yang murah katanya (memang betul banget). Dan, kenapa memilih jurusan bahasa Jepang? Ga tau juga. Terpilih gitu aja setelah pilihan pertama bahasa Inggris yang Alhamdulillah-nya gagal (menerima nasib). Takdir Tuhan memang tidak pernah salah, Tuhan mengijinkan saya merasakan indahnya kehidupan perkuliahan di Prodi Bahasa Jepang Unnes, dan sama sekali saya tidak pernah menyesalinya.
Terima kasih kepada Dosen-Dosen hebat Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes, sudah memberikan ilmunya dengan penjelasan yang sangat menyenangkan dan ‘memikat’. Mudah dipahami karena semua Dosen nya memiliki kualitas yang sangat baik sebagai Dosen. Selain itu, Dosen-Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang berbeda dengan Dosen di kampus lain, mereka akan mengenal secara personal diri kita, memberikan perhatian yang luar biasa, dengan memonitoring perkembangan pelajaran yang kita terima, dan tentu saja, membiarkan kita dekat dan berhubungan seperti layaknya orang tua sendiri. Maksud saya disini, pembelajaran yang terjadi di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, tidak hanya kuliah formalitas sebatas mengajar dan selesai, namun ditengah-tengah hal tersebut banyak sekali interaksi hangat antara dosen dan mahasiswanya, yang pastinya sangat mempengaruhi perkembangan kami sebagai mahasiswa, baik perkembangan dari segi ilmu yang kami peroleh, juga perkembangan kepribadian kami. Hal ini seperti perbedaan antara anak yang terpenuhi kebutuhan pembelajaran dan perhatiannya, dengan anak yang hanya menerima pembelajaran saja. Tentu saja ini hal seperti ini adalah hal yang sangat penting bagi kami.
Berkat Dosen yang hebat dan penjelasan yang memikat, saya yang notabene dulu belum suka bahasa Jepang benar-benar merasa dibuat ga mau meninggalakan bahasa Jepang, semua berkat Dosen-Dosennya. Senseigata, ima made arigatougozaimashita. Bimbingan lomba-lomba, latihan menjelang ujian monbusho, dan bimbingan lainnya diluar jam pelajaran, bahkan saat hari libur, semuanya masih membekas diingatan saya. Sensei, sebegitunya perhatian Engkau kepada kami-kami ini makotoni arigatou gozaimashita. Hal ini yang membuat saya tersentuh dan bersyukur pada Tuhan sudah diseret ke kehidupan perkuliahan yang manis ini, dan terima kasih sudah menjadi orang tua kedua bagi kita, Senseigata. Semoga Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes makin hebat dan berkualitas segalanya, fasilitas yang komplit, dan makin solid kekeluargaannya, terakhir, semoga Sensei semuanya diberikan kesehatan selalu.

Pesan
Untuk para kohai, jangan pernah ragu untuk mengambil semua kesempatan pada waktu kuliah. Rajin-rajinlah mengikuti kegiatan yang diadakan di kampus, baik itu perlombaan, seminar, ataupun di kepanitiaan acara yang mungkin terlihat sepele tapi akan sangat berguna ketika kita sudah lulus nanti. Seperti yang sudah diceritakan, saya sering mengikuti segala macam perlombaan di kampus, dan memang tidak selalu menjadi juara. Namun saya tidak menyerah, akhirnya saya mendapatkan yang bisa dibilang berkah luar biasa, yaitu ke Jepang selama 6 Minggu dari program JENESYS Japan Foundation. Pergi ke jepang? gratis? sambi kuliah? Inshaa Allah bisa, semua pasti bisa, dan jangan menyerah.
Satu cerita motivasi saya lagi, saya saat ini bekerja di Lembaga Jepang yaitu JICA, dan saya Alhamdulillah kemarin mendapatkan beasiswa Monbukagakusho D-2 untuk jurusan Gizi dan Makanan (Food and Hygiene). Untuk terakhir kali, ambilah semua kesempatan yang tersedia, jangan dulu menyerah sebelum bertanding. Sayapun sempat menyerah, melihat calon saingan saya yang wah luar biasa kualifikasinya diatas saya, namun saya percaya, kita berusaha secara maksimal, hasil akhir serahkan ke Allah... Inshaa Allah yang terjadi adalah jalan terbaik buat kit. aamiin...
ganbarimashou !!!


  
Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang

0 Response to "[Suara Alumni] Dyah Asih Pramawitha"