Berwisata ke Gunung Fuji Ikon Negara Jepang

Gunung Fuji
Salah satu simbol negara Jepang yang mendunia adalah Gunung Fuji. Gunung tertinggi di Jepang ini memiliki kerucut yang sempurna. Puncak gunung ini tertutup salju beberapa bulan dalam setahun. Gunung Fuji sangat terkenal di Jepang dan sering digambarkan dalam seni, foto-foto, lagu, dan sering dikunjungi oleh para pelancong dan pendaki. Gunung Fuji merupakan salah satu dari tiga gunung suci di Jepang, bersama dengan Gunung Tate dan Gunung Haku. Gunung Fuji sudah didafftarkan sebagai situs sejarah dan warisan dunia di World Heritage List.

Geografis

Gunung Fuji memili tinggi 3.776,24 meter atau 12.389 kaki dari atas permukaan laut. Terletak di dekat lautan Pasifik dan ditengah Pulau Honshu di sebelah barat Kota Tokyo. Gunung Fuji berdiri diantara perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi. Terdapat tiga kota kecil disekitar Gunung Fuji, yaitu Kota Gotemba di sebelah selatan, Kota Fujiyoshida di sebelah utara, dan Kota Fujinomiya di sebelah barat daya.

Kota Gotemba
Gunung Fuji juga dikelilingi lima danau (Fujigoko), yaitu Danau Kawaguchiko, Danau Yamanakako, Danau Saiko, Danau Motosuko, dan Danau Shojiko. Gunung Fuji merupakan bagian dari taman nasional Fuji-Hakone-Izu. Gunung Fuji juga dapat dilihat dari Yokohama, Tokyo, dan kadang-kadang dari tempat yang jauh seperti Chiba, Saitama, Tochigi, dan Danau Hamana ketika langit cerah. Gunung Fuji juga dapat dilihat ketika menaiki kereta shinkansen.
Danau Saiko
Gunung Fuji dari kereta Shinkansen

Letusan Gunung

angry Fuji
Gunung Fuji disebut gunung pemarah karena beberapa kali letusannya memakan banyak korban jiwa. Gunung Fuji pertama kali meletus sekitar 600.000 tahun yang lalu. Pada tahun 864, Gunung Fuji meletus dengan kerasnya selama 10 hari. Letusan ini memakan banyak korban jiwa dan juga mengakibatkan kebakaran hebat di Edo (Tokyo). Lava dari letusan gunung memenuhi danau dan pada saat ini, lokasi tersebut adalah Hutan Aokigahara atau disebut juga hutan setan, karena hutan tersebut tampak sangat menyeramkan.
hutan Aokigahara
hutan Aokigahara
Letusan terakhir Gunung Fuji terjadi pada tahun 1707. Letusan ini terjadi 49 hari setelah gempa bumi berskala 8,9 magnitude terjadi dan menewaskan 5000 jiwa di barat daya Honshu dan Shikoku. Sejauh ini, Gunung Fuji sudah meletus sebanyak 16 kali selama 1300 tahun terakhir. Interval terpanjang antara letusan adalah 400 tahun. Saat ini, Gunung Fuji sudah tidak meletus selama 300 tahun. Menurut para ahli, Gunung Fuji tidak akan meletus lagi.

Fuji Rock Festival

Fuji Rock Festival
Fuji Rock adalah sebuah festival musik legendaris di Jepang. Festival ini diadakan pertama kali di dasar gunung Jepang pada tahun 1997. Pada penyelengaraannya yang pertama kali, festival ini diberhentikan karena terjadi angin ribut. Fuji Rock Festival ini kemudian dipindahkan ke Naeba Ski Resort di Prefektur Niigata hingga saat ini.

Atraksi

Jika kalian mau pergi ke Gunung Fuji, jangan lewatkan juga untuk datang ke beberapa atraksi yang dapat kalian kunjungi baik di Gunung Fuji itu sendiri dan disekitarnya.

Fuji Visitor Center

fuji visitor center
Fuji Visitor Center adalah pusat informasi bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke G. Fuji dan 5 danau di sekitar G. Fuji. Sebuah meja infromasi di lantai pertama memberikan kalian informasi mengenai rincian tentang pendakian dan kondisi cuaca, serta mengenai tempat wisata di sekitar gunung dan Prefektur Yamanashi pada umumnya.
museum
Pada lantai pertama, kalian juga dapat menemukan sebuah museum dengan pameran dan film tentang pembentukan dan ekologi Gunung Fuji serta sejarahnya. Di lantai dua ada sebuah restoran dan dek observasi dengan pemandangan Gunung Fuji.

Danau Matsuko

Danau Matsuko terletak paling barat dari kelima danau. Danau ini terkenal karena terdapat di uang pecahan 1000 Yen. Danau ini sulit untuk diakses dengan transportasi umum, dan sebagian bagian belum berkembang kecuali terdapat beberapa tempat perkemahan disekitar danau. Kegiatan outdoor seperti berkemah, memancing, hiking, olahraga air lainnya dapat dinikmati disini. 
Danau Matsuko
Danau ini terbentuk dari letusan G. Fuji yang larvanya memisahkan sebuah danau besar menjadi 3 danau, yaitu Danau Matsuko, Danau Saiko, dan Danau Shojiko. Ketiga danau ini tetap terhubung dengan saluran air yang sama, sehingga ketiga danau ini memiliki ketinggian air yang sama, yaitu 900 meter diatas permukaan laut.

Danau Shojiko

Terletak diantara Danau Motosuko dan Danau Saiko, Danau Shojiko adalah danau terkecil diantara 4 danau lainnya. Danau ini terbentuk dengan cara yang sama dengan Danau Motosuko dan Saiko, dimana larva Gunung Fuji membelah sebuah danau besar menjadi tiga danau dengan ukuran lebih kecil. 
Danau Shojiko
Danau ini berbatasan dengan Hutan Aokigahara Jukai. Sebagian besar di wilayah ini belum terlalu berkembang kecuali di bagian utara dimana terdapat beberapa hotel. Beberapa kegiatan outodoor sering dilakukan di sekitar danau, seperti berkemah, memancing. Juga dapat melakukan olahraga air seperti ski air, jet ski, dan berperahu.

Danau Saiko

Danau Saiko
Danau Saiko berukuran lebih kecil dan lebih tidak berkembang dibandingkan danau tetangganya, Danau Kawaguchiko. Pemandangan G. Fuji dari pantai danau ini terhalang oleh gunung-gunung lainnya. Kecuali jika kalian pergi ke bagian barat danau, kalian dapat melihat G. Fuji yang indah. Danau Saiko dikelilingi oleh pegunungan berhutan dan merupakan tempat populer untuk berkemah.

Danau Yamanakako

Danau Yamanakako
Danau ini merupakan danau terbesar di antara 4 danau lainnya dan merupakan danau yang paling berkembang kedua setelah Danau Kawaguchiko. Terdapat kota-kota kecil di bagian barat dan timur, dengan hotel, restoran, dan tempat kamping. Gunung Fuji dapat terlihat dengan jelas dari semua sisi danau, terutama dari danau bagian utara yang kurang berkembang. Beberapa tempat pemandian air panas juga dapat ditemukan di daerah danau ini.

Danau Kawaguchiko

Danau Kawaguchiko
Danau Kawaguchiko adalah danau yang paling mudah diakses diantara lainnya dengan menggunakan kereta api atau bus langsung dari Tokyo. Di bagian timur danau terdapat kota resor air panas dan berbagai atraksi turis. Sedangkan dibagian barat dan utara tidak terlalu berkembang. Pada pertengahan April, pohon-pohon sakura banyak yang mekar disini, sehingga menjadikan suasana danau yang begitu indah. 

Atraksi-atraksi yang dapat ditemukan disini adalah museum seni Kawaguchiko, Hutan musik Kawaguchiko, Museum batu Yamanashi, Tensui Kawaguchiko (tempat pemandian air panas umum), Hotel Mifujien, Herb Hall (toko dan taman tanaman rempah), museum Kubota Itchiku, kereta gantung Kachi-kachi dan taman bermain Fuji Q.
hotel Mifujien
Tensui Kawaguchiko
museum seni
Herb Hall
Museum batu

Fuji Q Highland

Fuji Q Highland (富士急ハイランド) adalah sebuah taman bermain yang terletak di kaki Gunung Fuji. Taman bermain ini merupakan salah satu taman bermain favorit di Jepang. Di sini tersedia berbagai macam permainan yang menegangkan dan menyenangkan. Terdapat permainan bertema anime dan roller coaster pemegang rekor dunia. 
Saat ini, Fuji Q Highland memiliki 4 roller coaster utama. Salah satunya adalah roller coaster Fujiyama, yang merupakan roller coaster tertinggi dan tercepat di dunia ketika dibuka pada tahun 1996 dan terus menjadi roller coaster peringkat atas hingga saat ini. Roller coaster Dodonpa (2001) merupakan roller coaster tercepat di taman ini, dan merupakan pemegang rekor roller coaster tercepat di dunia. Eejanaika (2006) merupakan roller coaster 4 dimensi, dimana kursinya dapat berputar di dalam kereta. Dan yang terakhir adalah Takabisha, dibuat tahun 2011, merupakan roller coaster tercuram di dunia.
Didepan taman ini terdapat Highland Hotel And Spa. Kemudian juga terdapat museum Fujiyama, yang memajangkan lukisan dan ilustrasi dari Gunung Fuji. Dan yang terakhir, terdapat Fujiyama Onsen dengan fasilitas modern dan bergaya tradisional.
Fujiyama Onsen

Museum Seni Kubota Itchiku 

museum seni Kubota Itchiku
Kubota Itchiku (1917 - 2003) adalah seorang seniman yang menghidupkan kembali seni pewarnaan kain Tsujigahana yang sudah hilang. Teknik ini digunakan untuk menghias kimono yang rumit pada periode Muromachi (1333-1573). Museum ini terletak di bukit hutan pantai utara Danau Kawaguchiko. Di museum ini dipamerkan karya-karya dari Kubota Itchiku, termasuk maha karyanya yaitu "Symphony og Light" yang belum selesai. Sebuah karya besar yang terdiri dari 80 kimono yang membentuk gambar Gunung Fuji. Untuk keterangan lebih lanjut, kalian bisa download PDF nya disini.
pintu masuk utama musem

Kereta Gantung Kachi Kachi

simbol kereta gantung Kachi Kachi
Kereta gantung Kachi Kachi terletak 400 meter di sebelah timur Danau Kawaguchiko. Stasiun kereta gantung ini terletak di ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Dari dek observasi, pengunjung dapat menikmati pemandangan Danau Kawaguchiko dan Gunung Fuji. Jika kalian tidak ingin menggunakan kereta gantung ini, kalian juga dapat menggunakan jalur pendakian dengan berjalan kaki selama 30 menit untuk sampai ke atas. Nama kachi kachi sendiri diambil dari sebuah cerita rakyat yang berjudul Kachi Kachi Yama yang bercerita tentang seekor kelinci yang balas dendam kepada seekor rubah pencuri.
kereta gantung Kachi Kachi

Mie Hotto

mie Hotto
Mie Hotto adalah makanan khas Prefektur Yamanashi. Makanan ini terdiri atas mie gandum tebal (lebih tebal daripada udon)  dengan sup miso dan disajikan dalam mangkuk besi. Selain itu berbagai jenis sayuranpun dicampurkan ke dalamnya. Makanan ini dapat ditemukan di sekitar wilayah Gunung Fuji, terutama di hotel, restoran, atau ryokan (tempat menginap tradisional Jepang).

Kuil Fujiyoshida Sengen

jalan masuk kuil
Ada lebih dari 1000 kuil di Jepang yang di dedikasikan untuk Putri Konohanasakuya, dewa Shinto yang ada kaitannya dengan Gunung Fuji. Kuil Fujioshida Sengen, secara resmi dikenal dengan nama Kitaguchi Hongu Sengen Jinja, adalah kuil Sengen utama di sebelah utara Gunung Fuji.
kuil bangunan utama
Kuil ini berdiri ditengah hutan yang terletak jauh dari jalanan utama. Bangunan utama kuil diberi cat merah, meliputi ruang utama, area menari dan beberapa bangunan lainnya. Dulu kuil ini dijadikan titik awal pendakian Gunung Fuji dari sisi utara. Para pendaki berdoa terlebih dahulu di sini untuk diberikan keselamatan. Saat ini banyak pendaki yang memulai pendakian dari tempat lain karena jarak tempuh lebih singkat.
titik pendakian G. Fuji dari kuil

Pagoda Chureito

pagoda Chureito
Pagoda Chureito merupakan pagoda yang memiliki 5 tingkat yang menghadap Kota Fujiyoshida dan Gunung Fuji dari kejauhan. Pagoda ini merupakan bagian dari Kuil Arakura Sengen dan dibangun sebagai peringatan perdamaian pada tahun 1963. Dari pagoda ini, kalian dapat menikmati keindahan Gunung Fuji terutama pada saat musim bunga ceri mekar pada pertengahan bulan April dan pada saat musim gugur pada pertengahan bulan November.

Oshino Hakkai (忍野八海)

Oshino Hakkai merupakan desa tempat wisata. Tempat wisata ini terdapat di antara Danau Kawaguchiko dan Danau  Yamanakako. Di tempat wisata ini terdapat 8 kolam yang merupakan bekas danau yang kering pada masa lalu. Sumber air kolam ini berasal dari salju yang mencair dari lereng Gunung Fuji yang disaring oleh lapisan lava selama 80 tahun. Mata air ini sangat dihormati oleh penduduk setempat.
kolam Oshino
Para pengunjung dapat meminum air langsung dari sumbernya mata air kolam. Kola cukup dalam, dan memiliki beberapa tumbuhan air tawar dan ikan-ikan besar yang seolah-olah sedang melihat sebuah akuarium. Di sekitar kolam ini kalian dapat menemukan restoran, toko suvenir, dan penjual makanan yang menjual sayuran, permen, dan kerajinan dan produk lokal lainnya.
Hannoki Bayashi Shiryokan
Terdapat sebuah museum terbuka yang bernama Hannoki Bayashi Shiryokan yang mengelilingi kolam terbesar di tempat ini. Museum ini dapat dikunjungi dengan harga tiket yang murah. Bangunan museum menggunakan atap jerami dengan desain tradisional. Museum ini memamerkan sejumlah peralatan pertanian, peralatan rumah tangga, baju besi samurai, dan berbagai macam senjata.

Gua

pintu masuk gua kelalawar
Letusan-letusan Gunung Fuji menghasilkan aliran larva yang menciptakan beberapa gua di daerah sekitar gunung. Terdapat tiga gua yang dikembangkan menjadi tempat wisata untuk dapat di eksplorasi tanpa menggunakan peralatan khusus atau pemandu.
gua kelalawar
Gua kelalawar ini merupakan gua yang terluas diantar gua lainnya. Panjang gua ini hampir mencapai 350 meter. Gua ini memiliki beberapa ruangan besar untuk bisa dieksplorasi.
gua angin
Pada masa lalu, gua ini digunakan sebagai lemari es dan tempat penyimpanan makanan alami, karena suhu didalam gua ini hampir konstan sepanjang tahun, yaitu 0 derajat celcius. Gua ini dilengkapi dengan beberapa rak yang digunakan untuk menyimpan biji-bijian dan kepompong ulat sutera. Gua angin ini merupakan gua yang paling mudah untuk diekspolari dan paling menyenangkan dibandingkan gua lainnya.
gua es
Meskipun pada musim panas, gua ini tetap saja membeku. Sejak tahun 1990-an, gua ini digunakan untuk menyimpan es untuk persediaan sepanjang tahun. Gua ini memang tidak terlalu besar.

Hutan Musik Kawaguchiko

Hutan musik Kawaguchiko
Hutan musik Kawaguchiko adalah sebuah taman kecil dan museum yang didedikasikan untuk alat musik otomatis. Di ruangan utaman pada taman ini, kalian dapat melihat kotak musik antik, organ mekanik, dan alat musik lain yang dijalankan secara otomatis dan kebanyakan berasal dari negara-negara di Eropa. Yang paling besar adalah sebuah organ raksasa dari Prancis dari tahun 1905 yang dimainkan setiap 30 menit sekali. Bangunan utama juga digunakan untuk pertunjukan musik klasik dimana musisi musik klasik dari seluruh dunia melakukan pertunjukan.
gedung pertunjukan

Iyashi No Sato

Iyashi No Sato beridiri di lokasi bekas desa pertanian di tepi barat Danau Saiko. Desa itu dihancurkan oleh tanah longsor dan angin topan selama tahun 1966. Empat puluh tahun kemudian, desa ini dibangun kembali dengan desain atap jerami. Bangunan-bangunan di desa ini dijadikan museum terbuka dan sebagai desa kerajinan tradisional di mana para pengunjung dapat belajar tentang budaya dan kerajinan lokal disana.
Para pengunjung dapat membeli berbagai produk lokal, makan di restoran, atau menikmati berbagai macam pajangan tradisional di museum. Selain itu, pengunjung dapat menyewa studio foto disana dengan menggunakan baju kimono atau samurai.

Fujiten Snow Resort

Fujiten Snow Resort adalah sebuah resor ski kecil di sepanjang utara Gunung Fuji. Fujiten merupakan resor ski terbaik di daerah G. Fuji. Selain Fujiten, juga terdapat resor ski Snow Town Yeti. Di tempat ini terdapat berbagai pilihan jalur ski untuk bermain. Mulai untuk anak-anak, orang tua, hingga para peselancar profesional. Jika kondisi cuaca sedang buruk, maka para pengunjung dapat menikmati membuat manusia salju di sebuah resor yang disediakan. 
Disini juga terdapat sebuah taman bermain untuk anak-anak, dimana anak-anak dapat berseluncur dengan kereta luncur, bermain trampolin, belajar ski, atau hanya bermain salju.

Snow Town Yeti

Snow Town Yeti
Snow Town Yeti adalah resor ski di lereng sebelah selatan Gunung Fuji. Resor ski ini dibuka pada pertengahan bulan Oktober. Resor ini merupakan resor pertama di Jepang yang buka setiap tahunnya. Resor ini dua buah lift dan taman bermain untuk anak-anak.

Mendaki Gunung Fuji

Tidak lengkap rasanya jika kita tidak mencoba untuk mendaki gunung tertinggi di Jepang ini bukan? Mendaki gunung bisa saja menyenangkan atau tidak menyenangkan. Bagi kalian yang tidak terbiasa, maka bersiap-siaplah terkena debu, sengatan sinar matahari, kedinginan, melelahkan, bahkan memuakkan  Tapi jika kalian mengunjungi Jepang pada bulan Juli atau Agustus, mungkin kalian akan mempertimbangkan mendaki Gunung Fuji sebagai bagian dari perjalanan kalian.
jalur turun gunung

Waktu Pendakian

Waktu terbaik untuk mendaki gunung ini ialah pada Bulan Juli dan Agustus. Pada bulan ini cuaca di sekitar gunung sangat baik untuk melakukan pendakian. Gunung biasanya bebas dari salju, cuaca tidak terlalu dingin, akses angkutan umum mudah, dan banyak pondok penginapan yang buka. 
dekat puncak gunung
Kepadatan akan terjadi ketika tanggal 20 Juli hingga akhir Agustus dimana pada saat itu ialah hari libur sekolah. Kalian akan mengalami suasana pendakian bersama ratusan orang lainnya ramai-ramai mencapai puncak gunung. Jika kalian lebih menyukai kondisi yang lebih tenang dan tidak banyak orang, maka kalian dapat mendaki pada awal Bulan Juli.

Beberapa pondok penginapan akan dibuka beberapa hari sebelum musim pendakian resmi berlangsung atau akan tetap buka hingga Bulan September. Di luar musim pendakian resmi, kalian akan kesulitan mendapatkan transportasi umum ke wilayah ini. Di luar musim pendakian, cuaca di puncak gunung dapat menjadi sangat berbahaya, karena suhu yang dibawah 0 derajat celsius, salju tebal, hingga tanah longsor.

Pos & Rute Pendakian

Gunung Fuji memiliki 4 rute pendakian. Masing-masing rute memiliki 10 pos/ stasiun pendakian dengan pos pendakian pertama yang berada di kaki gunung hingga pos kesepuluh yang berada di puncak gunung. Kebanyakan orang memulai pendakian mereka dari pos kelima dari masing-masing rute pendakian . Berikut beberapa rute dan stasiun pendakian itu:
1. Kawaguchiko 5th Station (Perfektur Yamanashi)
  • Ketinggian: sekitar 2300 meter
  • Waktu pendakian: 5-7 jam
  • Waktu turun : 3-5 jam
  • Nama jalur: jalur Yoshida
Kawaguchiko 5th station
Kawaguchiko 5th station
Di stasiun ini, tersedia tempat parkir, loker koin, dan beberapa toko dan restoran. Stasiun ini merupakan stasiun terakhir bagi para pendaki untuk membeli perbekalan dengan harga yang wajar sebelum mereka memulai pendakian. Barang-barang kebutuhan pendakian dapat juga kalian beli di sepanjang jalan pendakian, tetapi dengan harga yang lebih mahal. Dari ketinggian ini, kalian juga dapat menikmati pemandangan kelima danau. Kalian juga dapat menemukan kuil Komitake disini.
Kuil Komitake
Stasiun ini merupakan yang terpadat pada saat musim liburan. Di beberapa pos pendakian bisa sangat padat, terutama di pos ke delapan. Sisi positifnya adalah, terdapat banyak pondok-pondok di sepanjang jalan dan memiliki trek menanjak dan turun gunung yang terpisah.
jalur masuk rute Yoshida
Stasiun ini juga menyediakan rute pendakian alternatif. Bagi kalian yang merasa terlalu jauh untuk mendaki Gunung Fuji, kalian dapat mencoba rute Ochudo. Rute pendakian sejauh 5 km ini, akan membawa kalian ke bukit-bukit gunung yang ketinggiannya hampir sama dengan stasiun Kawaguchiko ini.
Rute Ochudo

2. Subashiri 5th Station (Perfektur Shizuoka)
  • Ketinggian: sekitar 2000 meter
  • Waktu pendakian: 5-8 jam
  • Waktu turun : 3-5 jam
  • Nama jalur: jalur Subashiri
Subashiri 5th station
Stasiun pendakian ini merupakan kedua paling mudah diakses oleh transportasi umum dari Tokyo setelah stasiun Kawaguchiko. Stasiun pendakian ini tidak terlalu berkembang dibandingkan dengan stasiun Kawaguchiko. Di sini hanya terdapat toilet, tempat parkir, dan dua toko kecil dan restoran. Tidak ada loker koin disini. Stasiun pendakian ini dapat dicapai melalui jalan berkelok-kelok melalui hutan Gunung Fuji. Jalan tersebut akan ditutup untuk kendaraan pribadi selama puncak musim pendakian . Hanya bus antar jemput yang beroperasi.
jalur pendakian sedang ditutup pada musim dingin
Kalian akan berjalan melalui pepohonan dan hutan pada bagian pertama di rute Subashiri ini. Rute ini tidak begitu ramai, dan pada pos kedelapan, kalian akan bergabung dengan rute pendakian Yoshida. Rute pendakian ini beberapa ratus meter lebih rendah daripada Kawaguchiko dan Fujinomiya.
Kofuji
Selain menawarkan rute pendakian ke puncak gunung, stasiun pendakian ini juga menawarkan rute alternatif yang jauh lebih singkat yang disebut Kofuji (Fuji kecil). Kofuji merupakan puncak gunung alternatif disebelah gunung Fuji setinggi 1979 meter yang dapat ditempuh dalam waktu 20 menit.

3. Gotemba 5th Station (Perfektur Shizuoka)
  • Ketinggian: sekitar 1400 meter
  • Waktu pendakian: 7-10 jam
  • Waktu turun : 3-6 jam
  • Nama jalur: jalur Gotemba
Gotemba 5th station
Stasiun pendakian ini merupakan yang paling tidak berkembang diantara lainnya. Stasiun ini hanya terdiri dari toilet, toko kecil, halte bus, dan tempat parkir. 
bagian awal rute Gotemba
Ketinggiannya yang hanya 1400 meter diatas permukaan laut menjadikan stasiun Gotemba memiliki jarak tempuh yang paling jauh dari pada rute lainnya. Selama perjalanan, kalian hanya menemukan sedikit pondok di sekitar pos 7 dan 8. Medan pendakian disini tidak terlalu sulit, tetapi sebagian jalan setapak terbentuk dari larva yang membeku.

4. Fujinomiya 5th Station (Perfektur Shizuoka)
  • Ketinggian: sekitar 2400 meter
  • Waktu pendakian: 4-7 jam
  • Waktu turun : 2-4 jam
  • Nama jalur: jalur Fujinomiya
Fujinomiya 5th station
Pos pendakian ini merupakan yang kedua paling populer dan kedua paling berkembang. Pos pendakian ini juga yang termasuk paling mudah diaskes oleh kendaraan dari barat Jepang. Jalan menuju ke pos ini dulunya merupakan jalan tol bernama Fujisan Skyline. Sekarang jalan ini dapat digunakan secara gratis dan akan ditutup untuk kendaraan pribadi pada musim puncak pendakian. Toko-toko, restoran, toilet, dan tempat parkir yang banyak dapat ditemukan disini.
Jalur Fujinomiya di sekitar pos kelima
Ada sekitar 6 pondok pegunungan yang tersedia disekitar rute pendakian. Rute Fujinomiya merupakan satu-satunya rute yang tidak memisahkan antara rute pendakian dan turun gunungnya, sehingga kadang-kadang mengakibatkan kemacetan pada hari-hari sibuk pendakian.
Puncak Gunung Fuji (kiri) dan Hoeizan (kanan)
Selain jalur ke puncak, Fujinomiya juga menawarkan rute pendakian pendek ke Hoeizan. Puncak sekunder tersebut terletak dekat dengan kawah di lereng Gunung Fuji.

Pondok Pegunungan

pondok penginapan
Di tempat inilah kalian dapat menginap. Pondok-pondok ini banyak tersedia di jalur pendakian, terutama di jalur Yoshida di antara pos 7 dan pos 8. Untuk bisa menginap disini, kalian harus mengeluarkan uang sebesar 5000 yen semalam untuk satu orang tanpa makanan dan sekitar 7000 yen dengan dua kali makan. Pondok-pondok penginapan ini akan sangat padat pada musim pendakian, jadi sebaiknya kalian melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
suasana di dalam pondok

Tongkat 


Tongkat ini bukan sembarang tongkat. Tongkat ini dapat membantu kalian untuk mendaki gunung. Tongkat ini dapat kalian beli disetiap pos kelima rute pendakian. Setiap kalian mencapai pos pendakian, petugas disana akan memberikan kalian tanda khusus di tongkat tersebut. Tongkat ini bisa kalian bawa pulang sebagai sebuah bukti bahwa kalian pernah mendaki Gunung Fuji .

Puncak Gunung Fuji


Dapat mencapai puncak Gunung Fuji merupakan sebuah pencapaian tersendiri bagi para pendaki. Segala perjuangan mereka dapat terobati dengan susana dan pemandangan luar biasa di puncak gunung. Banyak pendaki yang mengabadikan foto mereka di sini.
Mesin minuman juga tersedia di puncak gunung
Salah satu momen yang paling ditunggu oleh para pendaki adalah saat matahari terbit. Untuk bisa melihatnya, kalian harus mulai mendaki pada malam hari dengan harapan tiba di puncak tepat pada saat matahari terbit.

Tempat Terbaik Untuk Menikmati Gunung Fuji

Gunung Fuji yang ukurannya begitu besar dapat dinikmati dari berbagai tempat. Berikut ini haloJepang.blogspot berikan best view untuk menikmati G. Fuji.

Kamakura Fuji

Kamakura merupakan sebuah kota wisata dekat Tokyo yang terkenal dengan patung Budha raksasa

 Mizugakiyama Fuji

Gunung Fuji yang dilihat dari Gunung Mizugaki

 Satta Pass Fuji

Jalan pegunungan sejauh 3 Km 

 Tokyo Night Fuji

Gunung Fuji pada malah hari yang dilihat dari menara Tokyo

 Hakone Fuji

Gunung Fuji yang dilihat dari Hakone. Hakone adalah sebuah kota yang terkenal dengan pemandian air panas

 Peak Fuji

Puncak Gunung Fuji. Terdapat gerbang (torii) yang merupakan bagian dari kuil yang diperuntukan untuk Sengen-sama (dewi gunung)

 Sakura Fuji

Gunung Fuji yang dilihat dari danau Kawaguchi dengan hiasan bunga sakura

 Iyashi no Sato Fuji

Sebuah museum terbuka di bagian barat Danau Saiko

 Boeing 747 Fuji

Gunung Fuji yang dilihat dari pesawat yang sedang terbang di sekitarnya

 Hakone Ropeway Fuji

Gunung Fuji yang dilihat dari kereta gantung yang terletak di kota Hakone,  prefektur Kanagawa

 Night Glow Fuji

Gunung Fuji yang dilihat dari bukit di belakang kota Fujikawaguchi, prefektur Yamanashi

 Kawaguchiko Onsen Fuji

Sebuah onsen (tempat pemandian air panas) di Kawaguchiko

 Kawaguchi Fuji

Gunung Fuji yang dicerminkan di Danau Kawaguchi

 Danau Tanuki Fuji

Gunung Fuji dari sebuah danau di Yamanashi dan Shizuoka

 Maborikaigan Fuji

Maborikaigan adalah sebuah daerah di kota Yokosuka, prefektur Kanagawa

 Meguro Fuji

Kamu masih dapat melihat Gunung Fuji tanpa harus menaiki gedung tinggi di Meguro.

 Kuil Ose Fuji

Sebuah kuil di Teluk Suruga

 Shonan Fuji

Shonan adalah pantai yang terkenal untuk surfing

 Shibazakura Fuji

Gunung Fuji yang dilihat dari festival Shibazakura  di prefektur Yamanashi

Enoshima Fuji

Pemandangan Gunung Fuji dari Pulau Enoshima

 Tokyo Tower Fuji

Dua simbol negara Jepang yang saling berdampingan

 Red Fuji

Gunung Fuji hingga saat ini masih berwarna merah ketika pagi hari

 Tokyo Sky Tree Fuji

Menara tertinggi di Jepang dan Gunung tertinggi di Jepang
Sumber:http://halojepang.blogspot.com/

1 Response to "Berwisata ke Gunung Fuji Ikon Negara Jepang"

  1. Menarik sekali festival bdaya seperti ini.
    Mau deh rasanya ke sana untuk lihat-lihat.

    Aku mau kasih info aja nih, barangkali pengunjung blog ini ada yang sedang membutuhkan Packaging Makanan. Jika berminat untuk tahu lebih lanjut bisa kunjungi kami Greenpack di : http://www.greenpack.co.id/

    ReplyDelete