Pendidikan Tinggi dan Kesuksesan

Pendidikan tinggi dan kesuksesan?
Beberapa hari yang lalu, chatting dengan seorang kawan. Dia bilang, "kenapa harus jauh2 pergi ke korea untuk belajar?". Menurut buku Robert T.Kiyosaki yang dia baca, banyak pengusaha-pengusaha sukses yang gak lulus sekolah. Dan para pengusaha itu bisa semakin sukses karena mempekerjakan para pegawai yang sekolah tinggi. Hmm.. menarik.

Dan beberapa hari yang lalu juga, chatting dengan seorang kawan yang kebetulan operator di sebuah warnet, sebutlah namanya Arya. Saya kasih saran pada dia, untuk kasih nasihat ke seorang pegawai di warnet, yang memiliki tugas menjaga warnet agar terlihat bersih, cantik dan apik, sebutlah namanya Boni. Saran saya adalah, agar Boni menyisihkan sebagian uangnya untuk mengikuti sebuah kursus keahlian, misal komputer, bahasa inggris ato sekolah terbuka. Dengan harapan, dia tidak selalu berada di pekerjaannya yang sekarang. Si Arya kemudian reply, bahwa mana mungkin si Boni kepikiran ke sampe ikutan kursus. Mungkin, Arya berpendapat gitu karena tingkat pendidikan Boni hanya sampai sekolah menengah.
Ada hal yang menarik dari chatting dengan dua orang yang berbeda ini. Yang satu berpikiran bahwa sekolah bukan hal yang penting untuk meraih kesuksesan. Dan yang satu, secara tidak langsung sudah melakukan under-estimation terhadap rekan kerjanya, dimana menurut saya ada sedikit benarnya.

Dari cara pandang saya sendiri, sebenarnya pendidikan tinggi tidak membuat seorang meraih kesuksesan secara otomatis. Ada kalanya itu membantu, dan ada saatnya juga tidak berpengaruh. Karena bagi saya, sukses bukan selalu diukur dari segi materi. Sukses menurut saya adalah, keberhasilan seseorang dalam memecahkan masalahnya dengan bersandar pada kejujuran, integritas, konsistensi dan memiliki manfaat pada orang-orang di sekelilingnya. Misal, seorang pengusaha yang kaya raya tapi dari hasil proyek yang dia dapatkan dari suap sana-sini kepada para birokrat, bukan seorang yang sukses bagi saya. Karena dia tidak jujur dan memiliki integritas, meskipun (mungkin) bermanfaat buat para pegawainya.

Ada satu hal yang menurut saya penting, di dalam teknik meraih kesuksesan. Yaitu, kemampuan melihat jauh ke depan. Orang-orang seperti ini, biasanya mampu membuat jalur hidupnya sendiri untuk mencapai target yang udah dia patok beberapa taun ke depan, bahkan mungkin sampai dia mati. Seperti ingin mendaki gunung, dia sudah mengetahui titik yang dia tuju. Kemudian, dia berusaha melihat sekeliling untuk mencari jalur teraman, tercepat dan bisa membawa dia ke tujuan akhir.

Nah, relasional antara kesuksesan dan pendidikan tinggi, tidak mutlak memiliki hubungan yang paralel ato timbal balik mutualisme. Tergantung pada tujuan akhir yang ingin dituju oleh setiap orang. Kalo mau jadi Profesor, yah tentu perlu pendidikan tinggi. Kalo mau jadi penyanyi, yah banyak latian nyanyi bukan pendidikan tinggi. Kalo mo jadi pengangguran, yah gak usah ngapa2in… Hehehe.

Sukses menurut saya adalah, keberhasilan seseorang dalam memecahkan masalahnya dengan bersandar pada kejujuran, integritas, konsistensi dan memiliki manfaat pada orang-orang di sekelilingnya.

Artikel Oleh : Cahyo N. Nugroho
(Menyelesaikan S1 di Teknik Geodesi ITB '98, dan Master Degree di Seoul National University 2009 dengan Beasiswa)

0 Response to "Pendidikan Tinggi dan Kesuksesan"