Adab Memanggil Orang Lain dalam Bahasa Jepang (ひとにの よびかた)

Ada beberapa cara untuk memanggil orang lain dalam Bahasa Jepang. Cara memanggil tersebut dipengaruhi tingkat kedekatan/keakraban dengan lawan bicara, faktor usia, kedudukan dalam suatu organisasi, dan senioritas. Sama seperti kebanyakan bahasa daerah di Indonesia, Adab berbicara pada bahasa Jepang pun terbagi dalam berbagai tingkatan sesuai dengan lawan bicara kita.

Secara umum ada beberapa kata yang bisa ditambahkan di belakang nama seseorang. Di bawah ini beberapa diantaranya yang akan dibahas, semoga berguna sebagai bahan belajar bahasa Jepang


1. SAN さん
Bisa diartikan Saudari, Saudari, Bapak, Ibu, Tuan, Nyonya, Nona dsb. Kita bisa menambahkan SAN pada nama orang lain baik laki-laki maupun perempuan untuk memberi kesan kita menghormati dia. MIRA-san = saudara MIRA, YAMADA-san = tuan YAMADA dsb.

2. SAMA さま 「様」
Lebih tinggi dan lebih sopan daripada SAN. Dipakai untuk menyebut kaisar, raja, Tuhan, Pejabat, Menteri dan orang-orang yang sangat dihormati. OOSAMA = raja, KAMISAMA = Tuhan, SBY-sama = Bapak SBY dsb.

3. KUN くん 「君」
Digunakan untuk memanggil orang yang sudah sangat akrab dengan kita (khusus jika yang kita panggil adalah laki-laki), bisa juga untuk memanggil anak laki-laki yang lebih muda dari kita. Di Jepang, KUN biasa digunakan dibelakang なまえ「名前」NAMAE (given name, nama diri sendiri), bukan dibelakang みょうじ「名字」MYOUJI (atau family name / nama keluarga) (walaupun ada juga yang pake MYOUJI + KUN). Kalau namanya TEPPEI KOIKE, maka kita bisa manggil dia KOIKE-san atau TEPPEI-san, atau kalau sudah akrab bisa manggil pakai TEPPEI-kun.

4. CHAN ちゃん
CHAN biasa dipakai di belakang NAMAE. Digunakan untuk memanggil anak kecil dan mempunyai kesan yang dipanggil tuh masih imut-imut. Pernah dengar ga?, SHIN-CHAN, MARUKO-CHAN dsb. Selain itu ketika orang Jepang manggil cowok atau ceweknya biasa juga pake CHAN. Kalo namanya TETSUYA bisa disingkat jadi TET-CHAN artinya kira-kira TETSU sayang, gitu hehehehe ^_^ Jangan sembarangan pakai CHAN ke orang yang belum akrab ya. Bukannya apa-apa, daripada dapat tamparan lebih baik kan manggil dengan yang lebih sopan, hehehe.

Selain menambahkan beberapa kata di atas di belakang nama orang lain, bisa juga kita manggil orang lain pake nama jabatannya. Yang paling sering dipake antara lain:

1. SHACHOU しゃちょう「社長」
Artinya direktur perusahaan.

2. BUCHOU ぶちょう「部長」
Berarti manager / kepala bagian. Bisa juga kita nambahkan MYOUJI-nya di depan. Kalo yang belajar pake Minna no Nihongo pasti ga asing dengan nama Matsumoto-Buchou.

3. SENSEI せんせい「先生」
Di depannya bisa kita tambahkan nama, atau langsung menyebut dengan SENSEI saja. Selain untuk memanggil guru atau dosen kita, kata sensei juga dipakai untuk memanggil orang yang telah mengajari kita sesuatu pengetahuan baru, apa saja (jadi, panggil saya YOHAN SENSEI ya ^_^”) Sensei juga dipakai untuk memanggil dokter, pengacara, komikus, dan orang-orang yang dianggap sangat kompeten di bidangnya.

4. SENPAI せんぱい「先輩」
Artinya senior. Orang Jepang sangat menjunjung senioritas baik di sekolah, tempat kerja maupun organisasi lain. Makanya banyak anak sekolah yang tunduk dan ga berani macem-macem sama seniornya (bahkan sampai ada kekerasan dan pelecehan yang ga terungkap cuma karena takut sama seniornya lho, dan kasus kayak gitu ga cuma satu dua+_+). Sama seperti SENSEI kata SENPAI bisa langsung digunakan, atau menambahkan nama di depannya.


Ada lagi cara memanggil orang lain menggunakan jenis pekerjaan / bidangnya + SAN, contohnya:

1. TAIKO-SAN
Untuk memanggil orang yang suka main taiko / drum Jepang.

2. SHACHOU-SAN
Untuk memanggil pimpinan perusahaan kita.

3. OMAWARI-SAN
Untuk memanggil orang yang suka berputar-putar, hehehe, kalau disini maksudnya polisi (kan suka patroli ya^^).

4. KONPYUUTAA-SAN
Untuk memanggil orang yang kerja di bagian komputer, dsb. (/Yohan)


Prodi Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang

0 Response to "Adab Memanggil Orang Lain dalam Bahasa Jepang (ひとにの よびかた)"